#171216 TM7- Rangkuman K8-K13
A. Logistik dan Transportasi
Logistik adalah proses mengelola atau mengatur perpindahan (movement) dan penyimpanan (storage) materials (bahan baku), parts (barang setengah jadi), dan finished inventory (barang sudah jadi) dari supplier antara enterprise facilities (pabrik & gudang) sampai kepada customer.
Donald J. Bowersox
Ada 5 komponen yang bergabung untuk membuat sistem logistik, yaitu:
Struktur lokasi fasilitas
Transportasi
Persediaan
Komunikasi
Penanganan dan Penyimpanan
Transportasi adalah kegiatan memindahkan barang atau orang dari tempat asal (origin) ke tempat tujuan (destination). Moda-moda transportasi yaitu udara, darat, laut, rel, dan pipa. Alat angkut tiap moda tersebut adalah pesawat,kapal,truck,mobil,dan kereta.
Utility yang diciptakan oleh transportasi adalah:
Place Utility: karena transportasi bisa memindahkan barang dari tempat yang tidak membutuhkan lagi (surplus) ke tempat yang membutuhkan (defisit)
Time Utility: Transportasi dapat memindahkan barang dari origin ke destination dengan tepat waktu
Multimodal Transport:
satu kontrak
antar negara dan dipertanggung jawabkan oleh multi operator transportasi modal (MTO).
Multimodal Transport Operator adalah salah satu yang menyanggupi untuk mengatur transportasi barang dengan menggunakan lebih dari satu mode transportasi yang bertindak sebagai pelaku dari operator yang berpartisipasi dalam operasi transportasi multimoda dan yang bertanggung jawab untuk kinerja kontrak.
Bentuk Layanan Transportasi
Common carrier, menyediakan layanan transportasi kepada shipper untuk pengangkutan suatu produk antar titik-titik pengiriman dengan biaya yang dipublikasikan (secara terbuka) sehingga setiap saat dapat dihubungi untuk memenuhi kebutuhan layanan transportasi.
Contract carrier, menyediakan layanan transportasi kepada shipper tertentu dengan jumlah angkutan yang disesuaikan berdasarkan kontrak kerja sama, tidak menerima permintaan kebutuhan layanan transportasi secara on call.
Exempt carrier, menyediakan layanan transportasi terbatas hanya untuk melayani produk tertentu dan hanya yang relevan dengan produk utama.
Private carrier, menyediakan layanan transportasi khusus untuk kebutuhan sendiri.
B. STRATEGI TRANSPORTASI DARAT. (SISTRANAS)
Strategi Transportasi Darat – Angkutan Jalan
Pentingnya transportasi jalan tercermin pada semakin meningkatnya kebutuhan jasa angkutan jalan bagi mobilitas orang serta barang dari dan ke seluruh pelosok tanah air, bahkan dari dan ke luar negeri.
Kondisi: Lahan terbatas
Strategi : Mengoptimalisasi pemanfaatan fasilitas jalan yang ada.
Melalui:
1. Pendayagunaan jembatan timbang
2. Fasilitas keselamatan jalan
3. Subsidi keperintisan dan sarana keperintisan
* Keperintisan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan perkembangan *
Contoh Strategi :
Jembatan Timbang: seperangkat alat untuk menimbang kendaraan barang truk yang dapat di pasang secara tetap atau alat yang dapat dipindahkan.
Contoh: Tanjung Priok
Fasilitas Keselamatan Jalan: Marka jalan dan Pagar pengaman jalan
Subsidi keperintisan: Menghubungkan daerah terpencil atau daerah yang belum berkembang.
Strategi Transportasi Darat – Angkutan Penyebrangan
Transportasi ini termasuk sebagai transportasi tradisional. Transportasi ini mulai berkembang ke arah moderenisasi dengan munculnya bus air, truk air maupun kapal penyebrangan.
Kondisi:
1.Pembangunan jembatan
2. Pengembangan angkutan jalan
Strategi :
1. Substitusi : Jembatan menggantikan angkutan penyeberangan. Dipindahkan ke tempat yang lebih memerlukan.
2. Komplementer : Angkutan penyeberangan sebagai permintaan dari angkutan jalan.
Contoh :
Strategi Substitusi
Sebelum adanya jembatan Suramadu, Kapal Feri mengangkut transportasi yang ingin menyeberangi kota Surabaya ke Madura lalu diganti dengan Jembatan Suramadu.
Strategi Komplementer
Turki dibagi menjadi 2 bagian (Asia Barat Daya dan Eropa Tenggara) untuk menyeberangi antar bagian. Terdapat 2 pilihan angkutan penyeberangan (Feri) dan angkutan jalan (Jembatan Bosphorus).
C. Strategi Transportasi Darat – Angkutan perkotaan
Dari aspek perekonomian, transportasi perkotaan berperan sebagai media untuk mengngkut barang atau jasa dari satu pusat kegiatan ke pusat kegiatan lain, baik dalam rangka pengumpulan barang maupun pendistribusian barang.
Kondisi :
1. Perkotaan yang semakin berkembang
2. Meningkatnya kebutuhan transportasi
Strategi :
1.Skala pelayanan besar
Melalui:
- Pengembangan angkutan perkotaan
- angkutan massal
- penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan
- hemat BBM
- meningkatkan rekayasa dan manajemen lalu lintas
2. Intervensi Pemerintah
Melalui:
-Membangun flyover
-Membangun MRT dan LRT
-Pengembangan kapal laut
-Penggunaan Kendaraan Pribadi
Contoh Skala pelayanan besar :
- Rekayasa dan manajemen lalu lintas
-Penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan
Peraturan Transportasi Darat
•Transportasi Online
1.Peraturan Menteri perhubungan No 32 tahun 2016 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor/mobil umum tidak dalam trayek.
2.UU No 22 tahun 2009 pasal 139 ayat 4, Taksi online wajib mendaftarkan diri dan nama dalam STNK harus berbadan hukum
3.Pasal 21 , 22 dan 23 Peraturan Menteri No 32 tahun 2016
•KIR
1. UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan
2. Peraturan menteri perhubungan Republik Indonesia No 133 tahun 2015 tentang BPKB
3. Pasal 53 ayat 1 UU Lalu Lintas Angkutan Jalan, KIR wajib dilakukan untuk mobil penumpang umum, bis, barang, dan kereta gandeng
•Plat Kuning
1. UU No 22 tahun 2009 pasal 47 ayat 3 disebutkn dengan jelas bahwa kendaraan berdasarkan fungsinya terbagi menjadi kendaraan umum (plat kuning) dan kendaraan perorangan (plat hitam)
2. UU No 22 tahun 2009 , tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
C. STRATEGI TRANSPORTASI LAUT
Kegiatan Persiapan Ekspor
Ada empat kegiatan persiapan ekspor yang paling utama memilih syarat perdagangan yaitu mengamankan asuransi angkutan, menyepakati persyaratan pembayaran, dan menyelesaikan dokumentasi pengiriman yang diperlukan.
Istilah Perdagangan
Ketika sebuah perusahaan membeli barang dari pedagang internasional, pembeli biasanya berfokus pada harga produk, kualitas, dan kuantitas barang. Namun, masalah transportasi juga harus diperhatikan dan sejumlah kegiatan yang relevan harus dilakukan:
Kliring barang untuk ekspor
Pengorganisasian pengangkutan barang dari asal ke tujuan, sering melibatkan beberapa mode
Kliring kebiasaan di negara impor
Mengatur pembayaran untuk transportasi, asuransi, dan tugas
Istilah ini dipecah menjadi empat kelompok utama:
Istilah E digunakan ketika importir mengambil tanggung jawab penuh dari titik keberangkatan
Istilah F digunakan ketika kereta utama tidak dibayar oleh eksportir
- Free Carrier (FCA)
Dapat digunakan dengan moda transportasi. Risiko kerusakan ditransfer untuk importir ketika eksportir memberikan barang ke pembawa atas nama pengimpor.
- Free Alongside Ship (FAS)
Digunakan untuk pengiriman transportasi air saja.Risiko kerusakan ditransfer ke importir saat barang dikirimkan bersama kapal.
- Free On Board (FOB)
Digunakan untuk hanya pengiriman transportasi air. Risiko kerusakan ditransfer ke importir saat pengiriman melintasi rel kapal (ketika barang yang benar-benar dimuat dikapal)
Istilah C digunakan ketika pembawa utama dibayar oleh ekportir.
Istilah D bekerja ketika eksportir mengambil tanggung jawab penuh.
- Delivered At Frontier (DAF)
Berarti eksportir yang bertanggung jawab untuk transportasi dan menimbulkan risiko kerusakan pada titik di tempat pengiriman perbatasan negara tujuan.
- Delivered Ex Ship (DES) dan Delivered Ex Quay (DEQ)
Digunakan dengan pengiriman oleh transportasi air. Kedua istilah mensyaratkan eksportir untuk membayar kereta utama.
- Delivered Duty Unpaid (DDU) dan Delivered Duty Paid (DDP)
DDU membutuhkan eksportir untuk menanggung semua biaya, kecuali bea masuk, ke tempat yang bernama di negara pengimpor.
Asuransi Cargo
- Risiko keuangan mencoba untuk memulihkan kerugian keuangan dari operator internasional untuk kerusakan barang atau kerugian sulit dan memakan waktu.
- Bahaya Transportasi khususnya, angkutan laut menghadapi kendala yang cukup besar untuk kerugian dan kerusakan pengiriman seperti : Terdapat goncangan saat perjalanan, Bencana, Kontainer jatuh keluar kapal, Api yang berasal dari barang kargo yang mudah terbakar, Kapal tenggelam, dan Kapal terdampar.
- Eksportir dan importir harus mengelola resiko-resiko,yaitu : resiko penyimpanan, resiko pengiriman, atau mengambil pendekatan campuran.
Dokumen Transportasi
Seleksi Moda
D. STRATEGI TRANSPORTASI UDARA
Transportasi merupakan salah satu mata rantai jaringan distribusi barang dan mobilitas penumpang yang berkembang sangat dinamis. Berperan dalam mendukung, mendorong dan menunjang segala aspek kehidupan baik dalam pembangunan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Departemen Perhubungan (RPJP Dephub) adalah dokumen perencanaan pembangunan yang berupa kebijakan transportasi dan bersifat indikatif untuk periode 20 (dua puluh) tahun ke depan.
Kondisi Transportasi Nasional Tahun 1995-2004
1995-1999
1. Pelayanan transportasi terpuruk karena krisis ekonomi. Sehingga mengalami penurunan jumlah angkutan penumpang.
2. Perusahaan melakukan pengembalian kapal sewa,mengurangi jumlah armada,rute,frekuensi. Beban perusahaan makin berat untuk menutup biaya operasi.
2000-2004
Dimulainya kebijakan multi operator angkutan udara nasional
-Rute: Utama 201,Printis 3 rute
-Bandar udara umum : 187 bandara
-Pelayanan navigasi
-Bengkel perawatan pesawat udara : 53 bengkel
-Garuda Maintenance Facility (GMF)
-Bertambahnya jumlah perusahaan penerbangan yang beroperasi
Strategi-Strategi Transportasi Udara
2. Eco Airport adalah airport yang didesain ramah lingkungan dan hemat energi.
3. Sky Marshal merupakan sistem pengamanan dengan cara disiapkan orang-orang yang bertugas menjaga keamanan di dalam pesawat udara dari ancaman pembajakan pesawat dan tindakan terorisme lainnya.
E. STRATEGI TRANSPORTASI PERKERETAAPIAN
Perkeretaapian adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas prasarana, sarana, sumber daya manusia, serta norma, kriteria, persyaratan, dan prosedur untuk penyelenggaraan transportasi kereta api.
Kondisi Transportasi Nasional Tahun 1995-2004
- Angkutan kereta penumpang tahun 1995 - 2000: meningkat dari 144,5 juta penumpang menjadi 192,4 juta penumpang.
- Angkutan kereta penumpang tahun 2000 - 2004: menurun dari 192,4 juta penumpang menjadi 149,69 juta penumpang.
- Angkutan kereta barang tahun 1995 - 2000: meningkat dari 16,87 juta ton menjadi 19,3 juta ton.
- Angkutan kereta barang tahun 2000 - 2004: menurun dari 19,3 juta ton menjadi 17,47 juta ton.
Penyebab penurunannya karena kalah bersaing dengan moda transportasi udara, penyebab lainnya kondisi sarana angkutan kereta api yang menurun kesiapan operasinya, sehingga jumlah angkutan kereta api jarak jauh pada umumnya mengalami penurunan.
Strategi Transportasi Perkeretaapian-Random Check
Kondisi strategi random check masih lalai dalam hal pelayanan sarana dan prasarana. Untuk meningkatkan kualitas transportasi perkeretaapian-random check ini maka dilakukan strategi, seperti:
1. Pengujian dan sertifikasi kelaikan prasarana dan sarana.
2. Audit khusus prasarana dan sarana.
3. Pelaksanaan random check sarana.
4. Pengujian petugas operasi dan peningkatan keselamatan di JPL (penjaga perlintasan kereta api).
Strategi Transportasi Perkeretaapian-Parsial Double Track
Parsial Double Track adalah jalur kereta api yang berjumlah dua atau lebih, tujuannya agar masing-masing jalur digunakan untuk arah yang berbeda.
Kondisi: jalur perlintasan kereta api terbatas.
Strategi yang dilakukan: pendekatan pos blok, dan parsial double track.
Strategi Transportasi Perkeretaapian-Keterpaduan Intra dan Antar Moda
Kondisi saat ini masih sering terjadi gangguan dalam jalur kereta api.
Strategi yang dilakukan:
1. Pengembangan kereta api perkotaan sebagai angkutan massal berbasis jalan rail.
2. Pengaktifan lintas cabang.
3. Menghidupkan lintas mati.
4. Mengupayakan keterpaduan intra dan antar moda dalam sistem angkutan jalan rail.
F. AIR CARGO SERVICES
Definition & Characteristic
Kargo udara secara umum terdiri dari angkutan (umum, berat,dan khusus), mengiriman (dokumen, paket dan barang), dan surat.
Karakteristik kargo udara adalah sesuai dengan bentuk,ukuran, kepadatan, dan berat. Ketidakseimbangan arus kargo udara juga termasuk termasuk karakteristik yang harus diperhatikan.
Development of Cargo
Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kargo utama, yaitu:
1. Pengembangan pasar berkaitan dengan global, dan khususnya pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDB).
2. Kemajuan teknis dan teknologi dan pengembangan yang sangat dipengaruhi desain pesawat kargo dan kegiatan ground handling yang efisien.
The Network
•Jaringan Linear Menurut Holloway(1998),
jaringan linear tidakhanya membawa lalu lintas asal-tujuan non-stop rute, tetapi jugamelalui asal dan tujuan lalu lintas lokal di beberapa-stop-rute.
•Jaringan Grid Jaringan grid dapat ditandai dengan penerbanganpendek dan jarak menengah di terutama dalam negeri (Hamoen, 1997.Jaringan GridSonora: Hamoen (99)
•Hubdan BerbicaraJaringan memiliki peran penting dalamtransportasi kargo udara salah satunya adalah Fedex, salah satu integrator utama yang memberikan pengiriman ekspress
•Menurut Holloway(1998),
tujuan utama dari jaringan ini adalah untukmemaksimalkan jumlah koneksi yang dicapai oleh kargo udara yangmasuk,Hub penting untuk pengembangan kargo paling tidak karenabarang tidak selalu berasal dari bandara penumpang berorientasi tradisional.
Air Cargo Facilities
Operatoroperator kargo udara utama memilik empat masalahutama ketika memutuskan di mana untuk mencari fasilitas mereka dan dimana untuk mendaratkan pesawat mereka.
• Permintaan keseluruhan untuk layanan mereka di wilayah yang dilayani oleh bandara.
• Lokasi dan aksesibilitas dari situs bandara
• Kondisi dan fasilitas bandara itu sendiri
• Ekspansi Masa Depan bisnis mereka di wilayah tersebut.
Air Cargo Services and Emerging Issues
berikut adalah beberapa isu yang muncul penting yangberkaitan dengan layanan kargo udara:
• Kargo udara melayani kepentingan ekonomi yang lebih luas dansekarang meliputi area layanan baru.
• Globalisasi dari proses manufaktur telah membuka batas baru.
• Jasa kargo udara yang digunakan untuk menjadi oleh-produkdengan kargo mengisi kapasitas penumpang yang tidak terpakai dipesawat.
• Transportasi udara semakin menjadi hanya salah satu daribanyak elemen di intermodal rantai transportasi kargo secara keseluruhan.
• Titik fokus telah pindah dari mode transportasi ke barang itu sendiri.


Comments
Post a Comment