#181016 TM4- Perkembangan manajemen Logistik
Untuk post kedua kali ini, saya akan menjelaskan tentang perkembangan manajemen logistik dibawah ini. Selamat membaca~
Menjelang Logistik yang Terintegrasi
Reference: Bowersox, D.J. Logistical Management
Tujuan dari logistik adalah mengirim barang jadi dan bahan material, dalam jumlah benar, bila diperlukan, dalam kondisi yang dapat digunakan, ke lokasi yang memerlukan, dan total biaya yang rendah. Melalui proses logistik yang bahannya mengalir ke manufaktur besar di negara industri dan produk didistribusikan melalui saluran distribusi untuk dikonsumsi.
Dalam arti yang luas, ruang lingkup manajemen logistik melibatkan segala sesuatu yang bergerak ke, dari, dan di antara fasilitas operasi suatu perusahaan. Oleh karena itu, tanggung jawab manajemen logistik adalah untuk merancang dan mengelola suatu sistem untuk mengontrol aliran dan strategis penyimpanan bahan, bagian dan barang jadi untuk keuntungan maksimum perusahaan.
Tujuan dari kinerja logistik adalah untuk mencapai tingkat yang telah ditetapkan pasar manufaktur pada pengeluaran total biaya rendah. Manajer logistik memiliki tanggung jawab yang mendasar untuk merencanakan dan mengelola sebuah sistem operasi yang mampu mewujudkan tujuan ini. Kali ini saya akan memperkenalkan dan mendefinisikan konsep-konsep dasar terlibat dalam manajemen logistik sebagai berikut :
Menjelang Logistik yang Terintegrasi
Sebelum tahun 1950, perusahaan memperlakukan manajemen logistik secara terpisah. Meskipun banyak sekali yang mengakui pentingnya manajemen logistik untuk pemasaran dan manufaktur, namun manajemen logistik ini tidak diformalkan dan konsep manajemen integrasi lebih unggul.
Dari awal masa Revolusi Industri, kapasitas nasional untuk memproduksi massal dan pasar massal jauh melampaui kapasitas distribusinya. Hal ini menyebabkan munculnya konsep pemasaran intensif dan operasi logistik menjadi kacau. Prioritas pemasaran ditempatkan diatas : (1) garis luas barang proliferasi, (2) menjual produk yang sama melalui berbagai saluran pemasaran dan berbagai jenis pengecer, dan (3) pendekatan luas dan lebih murah untuk dukungan fisik pemasaran.
Dengan demikian, teknologi serta kebutuhan berubah selama tahun 1950. Pengembangan logistik terpadu ditinjau dalam tiga periode waktu dimana revisi, sikap, dan praktik muncul mengenai pergerakan dan penyimpanan.
1956 - 1965 (Dekade Kristalisasi)
Periode dari 1956 - 1965 adalah dekade selama konsep logistik terpadu mengkristal setelah bertahun-tahun dikarenakan adanya ketidakjelasan. Empat perkembangan utama pada periode ini adalah:
1. Perkembangan analisis biaya total
Studi khusus tentang ekonomi angkutan udara membahas tentang pembenaran untuk angkutan udara dengan biaya yang tinggi. Total biaya disajikan sebagai ukuran dari seluruh pengeluaran yang diperlukan untuk mencapai misi dari logistik.
2. Pengembangan pendekatan sistem
Sulit untuk melacak asal-usul yang tepat dari pendekatan sistem. Namun, konsep total berupaya menuju pencapaian tujuan yang telah ditentukan siap dibuat untuk analisis logistik.
3. Meningkatkan kepedulian terhadap layanan pelanggan
Cakrawala logistik terpadu mulai berkembang. Selama periode ini, manajemen penekanan bergeser dari biaya kinerja layanan pelanggan. Hasilnya adalah evaluasi yang lebih realistis terhadap layangan logistik yang berhubungan dengan manufaktur dan pemasaran.
4. Revisi saluran distribusi
Aspek tambahan signifikan logistik dari 1956 - 1965 berkaitan dengan pengaturan saluran secara keseluruhan. Kebanyakan sistem logistik awalnya dipelajari dari sudut pandang perusahaan tunggal atau terintegrasi secara vertikal. Selama dekade kristalisasi, perhatian difokuskan pada pengakuan bahwa kegiatan dan tanggung jawab logistik jarang berhenti pada titik pengalihan kepemilikan.
1965-1970 (Periode Pengujian untuk Relevansi)
Pada pertengahan tahun 1960-an manajer logistik telah tersedia dengan sedikit tersegmentasi. Periode 1965-1970 adalah saat dimulainya konsep dasar dari logistik untuk diuji. Perhatian terfokus pada perusahaan-perusahaan yang mulai menerapkan logisitik terintegrasi.
Dari orientasi pemasaran, manajemen distribusi muncul sebagai pendekatan untuk pergerakan persediaan antara mereka yang peduli dengan distribusi fisik, penekanan berpusat pada dukungan logistik dari pesanan pelanggan. Sebaliknya, manajemen bahan dikembangkan sebagai daerah pengaplikasian untuk pengadaan dan manufaktur, penekanan berpusat disekitar bahan baku dan komponen bagian pasokan untuk manufaktur.
1970 - 1978 (Periode Perubahan Prioritas)
Tahun 1970 - 1978 mewakili masa ketidakpastian berkepanjangan dihampir setiap dimensi aktivitas perusahaan. Pertama kalinya sejak Perang Dunia II ketersediaan energi menjadi perhatian penting. Ditambah dengan kenaikan harga bahan bakar yang berbasis minyak bumi. Di periode ini logistik menghadapi kebutuhan untuk meningkatkan produksi energi sejak kegiatan yang terlibat dalam transportasi dan penyimpanan adalah salah satu yang terbesar dan paling terlihat oleh konsumen.
Melewati 1978 (Menuju Logistik yang Terintegrasi)
Beberapa dekade ke depan menawarkan prospek yang semakin besar dari implementasi penuh dari manajemen logistik. Tantangan utama dimasa depan adalah untuk mengembangkan logika tunggal yang berfungsi untuk memandu dengan teratur, penyimpanan yang efisien dan aliran persediaan dari bahan sumber, melalui kompleks manufaktur, saluran distribusi, dan pelanggan. Manajemen logistik terintegrasi memberikan logika seperti itu untuk lima alasan, yaitu :
1. Banyaknya saling ketergantungan antara kedua wilayah operasional yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan perusahaan.
2. Konsep distribusi fisik dana manajemen bahan membuat terjadinya potensi negatif atau disfungsional.
3. Persyaratan kontrol untuk setiap jenis operasi serupa, kontrol yang dimaksud adalah sebagai koordinasi logistik.
4. Peningkatan kesadaran bahwa banyak trade off yang ada antara ekonomi manufaktur dan persyaratan pemasaran dapat didamaikan oleh sistem logistik yang dirancang dengan baik.
5. Kebutuhan saat ini dan besoj dalam misi logistik tidak lagi dapat dikuasai oleh penyebaran teknologi.
Dari lima alasan diatas, bidang logistik telah dan akan terus dikembangkan.


Comments
Post a Comment